Bahan sharing
Kamu kerja bareng dia bertahun-tahun, dan sampai sekarang dia belum tahu kamu orang percaya. Bukan karena kamu nggak peduli. Karena kamu takut salah ngomong, terus dia malah menjauh.
Ada caranya. Lihat dulu tanda-tandanya, nanti ketahuan temanmu lagi di fase mana. Habis itu kerjakan yang ada di fase itu saja. Nggak usah maksa, nggak usah canggung.
Perjalanan orang ada 8 langkah, dikelompokkan jadi 3 fase. Ketuk satu fase untuk lihat tanda-tandanya dan apa yang harus kamu lakukan.
Bayangkan tiga mangkuk sup yang sama, cuma beda garamnya.
Tidak ada garam sama sekali. Ini kalau kita kerja bareng orang bertahun-tahun dan dia tidak pernah tahu kita orang percaya.
Supnya jadi enak, orang malah nambah. Ini yang kita mau.
Kebanyakan garam, tidak bisa dimakan. Ini kalau kita mendesak, menghakimi, atau ngomong soal Tuhan terus tiap ketemu.
Jangan tanya: hari ini saya sudah cerita berapa banyak soal Tuhan?
Tanya: hari ini orang ini sanggup terima seberapa banyak?
Tidak ada orang yang naik dari lantai dasar ke lantai lima sekali lompat.
Tiap kali ngobrol, targetnya cuma naik satu. Dari cuek jadi kenal. Dari kenal jadi mulai percaya. Itu saja sudah berhasil.
Orang yang masih di tangga bawah lalu diajak berdoa terima Yesus bukan cuma menolak. Dia turun, dan lain kali lebih sulit.
Jaraknya dari "tidak peduli sama sekali" sampai "percaya Yesus" itu jauh. Ada 8 langkah di tengahnya, dan itu yang dibagi jadi 3 fase di halaman depan.
Kita cuma buka pintu. Kalau dia mau masuk, dia sendiri yang jalan.
Kita bilang satu hal, lalu lepas. Karena kita tidak minta apa-apa, dia tidak merasa ditekan. Dan karena tidak canggung, besok kita berani lagi.
Begitu kita menarik, dia menahan. Yang tadinya cuma malas jadi menolak.
Dia nanya balik, atau ikut cerita soal dirinya. Pintu terbuka, boleh lanjut.
Dia mengangguk lalu ganti topik. Dengar, tapi belum siap. Berhenti, lanjut ngobrol biasa.
Dia diam kaku, mukanya berubah, atau nyindir. Ada luka lama. Mundur ke kebaikan biasa saja.
Boleh saya lanjut, atau ganti topik aja?
Stop saya kalau kejauhan ya
Nggak apa-apa kalau kamu nggak setuju, kita tetap temen
Orang yang dikasih tombol berhenti biasanya justru tidak menekannya. Yang tidak dikasih tombol malah pergi.
Sebelum bicara soal cara, beresin dulu yang di dalam. Biasanya masalahnya bukan kita nggak tahu caranya, tapi kita takut.
Takut ditolak, nanti dia menjauh
Kalimat kecil itu cuma 30 detik dan nggak minta jawaban apa-apa. Karena kita nggak minta, dia nggak bisa menolak. Nggak ada yang canggung.
Takut dianggap nggak profesional di kantor
Justru kebalikannya. Aturan izin, peka, hormat bikin cara ini lebih sopan daripada obrolan politik di ruang istirahat.
Saya nggak hafal Alkitab
Kamu saksi, bukan ahli. "Saya nggak tahu, nanti saya cari tahu ya" itu jawaban yang sah, dan malah bikin orang makin percaya sama kamu.
Hidup saya sendiri belum bener, munafik dong
Kamu cerita soal Dia, bukan soal dirimu. Justru cerita soal kegagalan sendiri itu yang paling menembus.
Nggak ada waktu, kerja terus
Ini dikerjakan di tengah kerja, bukan nambah jadwal. 30 detik.
Saya benci penginjilan yang maksa
Betul, itu garam kebanyakan. Cara ini justru obatnya.
Teman saya bukan orang Indonesia, beda budaya
Pakai kata dan contoh dari dunia dia, bukan dunia kita. Rasul Paulus dulu di Atena juga mengutip penyair mereka, bukan kitab kita.
Malu, nanti dikira aneh
Ini bukan soal tahu atau nggak tahu, ini soal berani. Obatnya doa dan satu keputusan kecil hari ini.
Latihan minggu ini. Tulis alasan kamu sendiri, jujur, tanpa disaring. Terus tulis satu kalimat jawaban yang kamu percaya. Simpan, baca tiap kali ragu.
Cara ini bisa jadi jahat kalau pagarnya dilepas. Tiga kata yang mengatur semuanya: izin, peka, hormat.
Sebelum ngomong, tanya diri sendiri: kalau dia tahu isi kepala saya sekarang, dia merasa disayang atau merasa lagi digarap?
Kalau jawabannya digarap, jangan ngomong dulu. Doakan saja.
Kisah 1:8
"Kamu akan menjadi saksi-Ku." Saksi itu cerita apa yang dia lihat, bukan memenangkan perkara.
Matius 5:13
Kamu garam dunia. Garam yang tawar dibuang, tapi kebanyakan garam juga merusak.
Kolose 4:6
Perkataanmu penuh kasih, jangan hambar, seperti dibumbui garam.
1 Petrus 3:15
Siap memberi jawab, tapi dengan lemah lembut dan hormat. Bagian terakhir ini yang paling sering dilupakan.
Kolose 3:23
Kerjakan seperti untuk Tuhan. Kerja yang benar itu bagian dari kesaksian.
Yohanes 4:36
Penabur dan penuai sama-sama bersukacita. Kamu nggak harus jadi yang memanen.
Cukup untuk satu pertemuan 60 sampai 75 menit. Jangan dibaca dari atas ke bawah, nanti orang bosan.
10 menit. Tanya dulu: siapa yang pernah canggung waktu ngomongin Tuhan sama teman kerja? Biarkan 2 sampai 3 orang cerita. Jangan dilewat. Kalau mereka cerita duluan, sisanya jadi masuk.
15 menit. Tiga gambar di halaman depan. Tunjukkan gambarnya, jangan dibacakan teksnya.
25 menit. Tiga fase. Minta tiap orang menyebut satu nama teman kerjanya, lalu buka fase yang cocok dan centang tanda-tandanya bareng.
15 menit. Latihan berpasangan. Tiap orang bikin 3 kalimat kecil, diucapkan ke pasangannya, pasangannya menebak lampunya hijau kuning atau merah. Bagian ini yang bikin orang berani, bukan penjelasannya.
10 menit. Tanya jawab dan doa bersama.
Ceritakan kegagalanmu sendiri di awal. Kalau kamu terdengar sudah jago, mereka merasa ini bukan buat mereka.
Jangan bikin mereka merasa bersalah karena selama ini diam. Rasa bersalah bikin orang tambah takut, bukan tambah berani.
Tutup dengan target kecil. Satu kalimat kecil per hari, bukan target jiwa.
Tanya lagi 2 minggu kemudian. Tanpa ditanya lagi, biasanya berhenti sendiri.